Antara Saya, Aku, dan Gue
Inilah sekelumit cerita dari tiga orang siswa di suatu sekolah. 
Jam pelajaran Bahasa Indonesia pun dimulai, tiga orang murid terlihat duduk di bangku barisan meja bagian depan. Mereka adalah Saya, Aku, dan Gue. Singkat cerita, tiba-tiba Sang Guru bertanya pada murid-muridnya.
“Apa yang akan kalian lakukan saat melihat orang tua yang akan menyeberang jalan dan membawa barang-barang berat untuk dijual ke pasar? ” kata sang Guru, “padahal kalian tidak punya banyak waktu, dan kalian harus berangkat ke sekolah pagi-pagi untuk mengikuti jam ke-nol untuk pendalaman materi”.
Sekilas pertanyaan itu cukup mudah untuk dijawab bukan? Mungkin malah pertanyaan yang tak membutuhkan jawaban. Tidak. Karena tiga orang murid yang berada di barisan depan langsung mengangkat tangannya, mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Sang Guru pun dengan senang hati mempersilakan, “ya, kalian bertiga, mau mencoba menjawab? Silakan dari Saya, Aku, dan Gue yang terakhir”.
Kemudian, Saya menjawab, “Melihat orang tua yang kesulitan seperti itu, saya akan menghampirinya dan membantu membawakan barang-barangnya sekalian menyeberangkannya sampai ujung jalan. Karena saya memang berangkat pagi ke sekolah agar tidak terlambat”.
“Baik, jawabanmu bagus Saya”. Kata sang Guru, “berikutnya, Aku. Silakan dijawab”.
“Kalau ada orang tua yang membawa bawaan berat dan ingin menyeberang, aku Baca Lanjutannya…











Jakarta Time